Rabu, 19 Agustus 2009

Penyimpan Rasa

Sewaktu ketika ada seorang tukang kebun yang sangat bekerja keras untuk megindahkan tamannya yang sepi, tapi dia menyadari ada yang kurang dari tamannya yg sepi tersebut. Dia tidak mempunyai bunga.

Selain tukang kebun tersebut ada seorang florist yang pekerjaannya untuk memperindah ruang tamu majikannya. Tukang kebun tersebut sangat iri dengan pekerjaan seorang florist tersebut, tetapi dia tetap sabar dengan pekerjaannya sebagai tukang kebun.

Suatu hari florist yang berkerja untuk mengindahi ruang-ruang majikan na membuang satu bunga yang di anggapnya tidak cantik dan di sia-siakan bunga tersebut tergeletak d depan jendela taman. Pada saat itu sang tukang kebun melihat ada bunga yang disia-siakan di taman kesayangan yang sepi tersebut. Tanpa panjang lebar tukan kebun tersebut mengambil dan menanam kembali bunga tersebut di halamannya yang sepi, seketika itu juga taman sang tukang kebun tidak sepi kembali biarpun hanya ada satu bunga yang di tanam d taman tukang kebun tersebut dan tukang kebun tersebut berjanji pada dirinya sendiri untuk merawat baik-baik dan menjaga bunga tersebut dengan sepenuh hati.

Setiap hari tuakang kebun tersebut menyiram dan memupuki bunga tersebut sehingga bunga yang tadinya d sia-sia kan oleh sang florist menjadi lebi indah dari bunga-bunga yang ada di dalam ruangan majikan mereka. Tukang kebun sangat senang dengan kondisi bunga yang dia rawat dan jaga, dan sang tukan kebun memamerkannya kepada sang majikan dan florist. Dan sang majikan akhirnya menyuruh si tukang kebun untuk menanam bunga-bunga yang akan di pajang di ruang-ruang rumah sang majikan sehingga si tukang kebun dapat memananam lebih bnyak bunga lagi di tamannya yang sepi tersebut.

Setiap hari si tukang kebun bekerja untuk memelihara tamannya yang semakin ramai dengan bunga-bunga dan poho-pohon yang indah. Biarpun si tukang kebun tidak lg sepi di tamannya yang sudah ramai sekarang, tetapi si tukang kebun tetap saja merawat bunga pertamanya dengan sepenuh hati dan jiwa nya, karena bunga tersebut yang mengajarkannya bahwa sesepi apapun diri mu dulu dan seramainya apapun dirimu skarang itu adalah sebuah hal yang harus tetap di syukuri keadaannya.

Si florist yang tadinya nyaman dengan pekerjaannya dan mengira jabatannya lebih tinggi dari si tukang kebun mulai iri dengan pekerjaan sang tukang kebun tersebut. Dia mulai mencari akal untuk meneguhkan posisinya kalau seorang florist lebih tinggi kastanya dari tukang kebun, setiap ada kesempatan bertemu dengan sang majikan si florist mengada-ngada tentang hasil bunga si tukang kebun yang tidak bagus dan tidak berkualitas untuk d pajang d ruangan sang majikan.

Seketika itu juga sang majikan yang mendengar keluhan si florist langsung memanggil si tukang kebun, si tukang kebun di tanyai dan di introgasi tentang kesanggupannya untuk mengelola taman sang majikan. Karena terhasut bujukan si florist yang merasa iri hati akhirnya si tukang kebun di berhentikan oleh sang majikan. Si tukang kebun sangat sedih dan kecewa, dia sudah sangat sayang kepada taman yang dia tanam dan kelola sehingga taman tersebut menjadi indah dan ramai yang padahal sebelumnya taman tersebut sangat sepi dan dia sangan sayang pada bunga pertamanya yang sudah dia jaga dengan sepenuh hati dan raganya, si tukang kebun takut kalo si bunga dan taman kesayangannya tersebut tidak akan indah lagi sepeninggalan dirinya.

Tetapi yang paling membuat kecewa si tukang kebun tersebut adalah taman tersebut dan bunga pertamanya tumbuh semakin indah dari sebelumnya dan semakin ramai. Padahal yang mengurus taman tersebut adalah si florist yang pekerjaannya cuman menyirami tanaman-tanaman yang ada di taman tersebut. Si tukang kebun merasa sangat dikhianati oleh taman tersebut dan terutama oleh bunga pertamanya, yang dulunya bunga tersebut bukan apa-apa dan di buang oleh si florist yang akhirnya si tukang kebun menanam kembali bunga tersebut dan merawat bunga tersebut dengan sepenuh hati dan jiwanya sehingga menjadi indah dan cantik, tetapi bunga tersebut malah semakin indah dan cantik di tangan seorang florist yang dulunya dia menyia-nyiakan bunga tersebut.

Sang tukang kebun hanya tak dapat percaya kalau si bunga tersebut menghianatinya dan membuatnya sakit hati. Tapi si tukang kebun menyadari apa daya dirinya menghadapi keadaan ini, lalu dia hanya bisa pergi dengan hati yang di khianati dan rasa kecewa yang dia simpan di dalam hatinya, dia pergi.

Jumat, 07 Agustus 2009

Mr. Invisible

Ada seorang pahlawan superhero yang bernama Mr. Invisible. Pahlawan tersebut tinggal di sebuah kota yang amat dia cintai bernama Wetsville, kota itu adalah kota yang selalu Mr. invisible jaga dengan sepenuh hati dari kejahatan yang merajalela. Setiap warga kota tersebut butuh pertolongan Mr. Invisible selalu datang untuk menolong warga kota tersebut, tetapi para warga kota tidak pernah berterima dan selalu tidak mau mengakui kasih setiap kali Mr.Invisible menolong mereka. Biarpun begitu Mr.Invisible amat teramat ikhlas untung membatu warga kota Wetsville setiap ada kesusahan dan tanpa pamrih menolong warga-warga kota tersebut, karena Mr.Invisible sudah terlalu cinta dan sayang dengan kota Wetsville sehingga Mr.Invisible selalu sabar dan tabah saat mengemban tugas untuk menolong kota Wetsville. Miris memang kedengarannya tetapi itu sumpah Mr.Invisible kepada Wetsville, "setiap kota Wetsville yang butuh pertolongan saya akan selalu ada untuk membantu, tak peduli para warga kota tidak mengakui keberadaannya saya"

chayooooo Mr.Invisible....^^v

Rabu, 05 Agustus 2009

Sandalicious

Dulu saya punya sandal Convers tipe selop bersol tebal dan besar berwarna hitam.Sandal saya itu gara-gara tebal solnya jadi agak berat daripada sandal selop biasanya dan saking besar dan beratnya itu sandal kalo di pake buat ngelempar ke orang,itu orang langsung pindah agama (lebay) haha!

Tetapi suatu hari sandal Convers bersol tebal dan berat kesayangan saya itu tertukar dengan sandal teman saya yang sandalnya adalah sendal capit (jepit). Sendal teman saya itu, sendal asal bali bermerek Joger dan ada tulisan I Love Bali (serasa uda dari bali make sendal na juga),kalah ama sandal selop hitam besar saya yang cuman di beliin ama Ibu saya d tempat Grosiran belanja.

Sandal teman saya itu tipis banget kalo dibandingkan saya sandal selop hitam besar saya itu, tapi sandal itu tipis banget dan tidak gerah kalo dipake. itu sandal kalo dipake buat ngelempar orang dijamin orang yang kena lempar bakal ngambek dan ngebales ngelempar juga, pasalnya kalo ngelempar pake sendal Convers hitam dan besar saya itu orang ga akan sempet ngambek apalagi ngebales lempar, soalnya itu orang dijamin keburu pingsan kena gebok sendal saya (naon sih) haha!

Intinya sih kita jangan suka asal nuduh,menJudge ato mencap orang sebelum kamu merasakan bagaimana kalo kamu berada di posisi / "sandal" orang tersebut. =P

Mengenai Saya